Air Mata Kehidupan

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Oktober 2012

Sabar Rasanya Manis

Dery, Ahmad dan Andra adalah tiga sahabat yang lekat semenjak mereka kuliah di jurusan arsitektur di sebuah perguruan tinggi di Kota Bandung. Setelah mereka bekerja pun, kekompakan itu masih terlihat dengan bekerjasama dalam pekerjaan paruh waktu atau kerja sampingan walau mereka bekerja di perusahaan yang berbeda. Mereka juga punya hobi sama dalam olah raga yaitu tenis lapangan, sehingga lapangan tenis bila hari minggu menjadi ramai dengan canda-canda mereka. 
Tiga serangkai yang sangat disukai di lingkungannya dengan gayanya yang ringan, bertanggung jawab dan sangat kooperatif dalam segala hal kebaikan. 

Diantara mereka bertiga, Ahmad memang kalau dilihat dari penampilan yang paling ketinggalan dari aspek kehidupan ekonominya. Dari raket yang digunakan, kaos yang dikenakan, sepatu yang dipakai sampai datang ke lapangan dengan bersepeda motor terlihat berbeda dengan kedua temannya yang sudah bermobil. Suatu hari di lapangan tenis itu pada pertengahan tahun 2004, Andra membawa selembar kertas print out tentang sebuah lowongan untuk tenaga arsitektur dari sebuah perusahaan nasional ternama. Mereka bertiga antusias membacanya, bahkan tatkala giliran mereka untuk main pun sampai harus dipanggil, diingatkan, dan mereka tergelak oleh kelakuannya sendiri berlari mengambil raket dan bermain mencari peluh.

Beres bermain mereka berkumpul lagi, ketiganya sepakat untuk ikut tes mencoba mencari pekerjaan yang lebih baik. Pada minggu pertama mereka testing, lapangan tenis sepi dari canda mereka bertiga, mereka diberi pekerjaan rumah untuk mendisain tata letak sebuah permukiman mewah termasuk model rumah yang akan dibangun secara lengkap. Mereka dipaksa begadang selama empat hari tak diberi waktu untuk bersantai.
Ketiganya lulus saringan pertama, dari 200 peserta, menciut menjadi 50 orang saja. Tapi ketiganya dibuat geleng-geleng kepala, mereka disuruh memperbaiki desainnya dengan nyaris mengganti seluruhnya, ’....ngerjain!!!’ keluh mereka bertiga. Tahap kedua pun mereka lulus dan dilanjutkan dengan tahap ke tiga dengan tugas yang nyaris sama, perombakan total.
Pada minggu persiapan menghadapi saringan tahap ke empat Dery dan Andra memutuskan tidak mengikutinya......’gila, penerimaan karyawan, apa perploncoan....!!!’ seru mereka berdua dengan mengolok-olok Ahmad sebagai pekerja rodi. Sementara Ahmad meski merasa berat masih penasaran mengikuti saringan lanjutannya.
Hampir satu tahun sudah Ahmad tidak kelihatan bermain tenis di tempat biasa. Sampai pada hari minggu saat Dery dan Andra bermain tenis ada mobil terrano king road berhenti parkir di sekitar lapangan tenis, mobil yang tidak familiar bagi para pemain tenis disitu, dengan kaca filmnya yang gelap menambah misterius siapa yang ada di dalamnya.
Semua menanti siapa yang akan turun dari mobil mentereng itu dan mau apa dia datang ke tempat tenis. Dengan berkacamata hitam dan seperti sengaja menengahkan wajahnya dengan sedikit mengulum senyum yang menahan tawa, sosok mesterius itu memasuki lapangan. ’Geloooo...... Ahmad....maneh!!! (gila..... Ahmad..... kamu!!!)’, teriak Dery menyambut temannya dengan salam komando, sementara Andra bengong setengah tak percaya, dan kawan kawan lainnya tersenyum senang melihat Ahmad datang. Dengan berseloroh Andra bertanya, ’Lu bawa mobil bagus begitu, lu nyolong mobil di mana Mad???’. Gelak tawa pun berderai.
Ahmad pun akhirnya menjadi pendongeng kisah perjalanan yang menghilang selama satu tahun itu. Dia menceritakan bahwa saringan yang dia ikuti sampai 6 tahapan. Pada tahap keenam, dia datang dengan puncak kelesuan yang sangat, dia sudah memutuskan mundur bila ada tahapan berikutnya. Ketika gambar-gambar kerjanya mulai diserahkan, dia mulai resah bakal dicoret-coret lagi. Namun betapa pucat dirinya tatkala sang penguji itu bukan mencorat-coret, malah melemparkan gulungan gambar hasil kerja 3 hari 3 malam itu ke meja seolah mencampakannya.
Dan sang penguji yang seperti allgojo itu mengajak Ahmad menemui Presiden Direktur perusahaan. Semakin membingungkan baginya, ada apa lagi, begitu pikirnya tak bisa menduga. Setelah dipertemukan dengan Presdir dan dipersilakan duduk, Presdir itu bilang, ’Kamu diterima, ini kontrak kamu silakan dibaca, kalo setuju teken’. Ahmad membacanya dan terbelalak dengan gaji hampir 10 kali lipat dari yang biasa diterima di kantor lamanya.
Ketika Ahmad membaca draft perjanjian, Sang Presdir menjelaskan filosofi ujian saringannya. ’Sebenarnya para peserta yang lolos ke saringan kedua yang jumlahnya 50 orang secara skill semua telah memadai’, serunya dengan tangan tak henti membuka buka berbagai proposal dan menandatangani beberapa surat. ’Tahapan selanjutnya hanyalah ujian kesabaran, karena perusaan besar seperti ini membutuhkan personel yang tahan uji, punya daya tahan stress yang bagus karena mereka akan bekerja dalam tekanan, ditarget waktu.
Begitu banyak orang hebat ilmunya datang dan pergi di perusahaan ini karena mereka tidak punya kesabaran dalam menjalankan pekerjaannya’, Presdir itu panjang lebar menjelaskan. ’Tugas kamu nanti adalah menjadi konsultan saya untuk memberi masukan apakah sebuah kawasan layak dikembangkan, temanya seperti apa, keunggulan apa yang harus ditonjolkan, dan konsep desainnya bagaimana’, imbuh sang Presdir memberi arahan sekaligus berharap Ahmad memahami misi kepemimpinannya.
’Lalu.... mobil itu?’ tanya Andra. ’Konsep pertamaku untuk sebuah komplek perumahan di Bali sangat memuaskan bos, setelah launching, pemesan sudah berbaris,....terus melihat gue ngantor naik bis kota, eh diberi mobil.....diberi dra, bukan dipinjemin?’ jelas Ahmad puas liat temennya bengong. ’trus sampe hampir setahun ini, kemana aja lu nggak nongol’ tanya Dery. ’Gue di ajak jalan jalan ke eropa, untuk memperluas wawasan aritekturku, great trip,...... dan ini oleh-oleh buat kalian yang tidak sabaran, cukup ini saja’, cerita Ahmad bangga sambil memberikan gantungan kunci dengan tertawa setengah mengolok-olok. ’Makanya sabaaar jadi orang, buahnya bakal manis...’, imbuh Ahmad kepada dua temannya seolah telah menjadi pemenang kehidupan.
Sabar memang salah satu kunci penting untuk sukses. Seseorang memerlukan kesabaran untuk sukses karena jalan kompetisi adalah jalan panjang dengan banyak energi yang harus diperas, sesuatu yang tidak bisa dijalani oleh orang-orang yang tidak memiliki daya tahan. Seseorang memerlukan kesabaran untuk sukses karena perencanaan membutuhkan ketelitian yang harus tersusun berbasis kebutuhan waktu dan keharmonisan antar elemen, sesuatu yang tidak bisa dilakoni oleh orang yang tergesa-gesa.
Kesabaran adalah tahan uji dalam menanggung tanggung jawab yang berat. Kesabaran adalah tidak tergesa gesa dalam bekerja telaten.
Kesabaran yang baik adalah kesabaran yang disandarkan kepada kesadaran bahwa tugas kita adalah berusaha, dan Allah yang menentukan. Kasadaran akan prinsip berserah diri dan segala lingkup kehidupan adalah ibadah, akan memberi energi yang besar untuk terus berusaha, telaten menyusun kerincian, beramal untuk kesempurnaan dan tak putus asa manakala mendapat kegagalan.
Dengan kesabaran yang berdimensi ibadah ini, segala hasil akan memiliki nilai baginya, ketika sukses dia menggapai keberhasilan ganda dalam dimensi duniawi-ukhrawi, saat dia gagal, boleh jadi sesungguhnya dia telah menggapai kesuksesan hakiki yang bersifat ukhrawi, kerena keiklasannya untuk mendapat ridha-Nya dengan pahala tanpa batas. Bangunlah kesabaran, karena hanya orang-orang yang sabar saja yang usahanya akan berbuah manis, sebagaimana Ahmad yang telah mengecap manisnya kesabaran dalam menggapai tangga-tangga kesuksesan.
source :  http://jackprise.blogspot.com/

Senin, 29 Oktober 2012

Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.


Yang membentuk orang mau berkomitmen :

1. Ada prinsip kejujuran
2. Tidak cepat merasa puas
3. Inovatif
4. Tanpa frustasi berlebihan
5. Mempunyai adab tabilitas yang tinggi (adab tabillitas itu  dari kata adaptasi )

Kekuatan atau dorongan motivasi  tadi itu ada beberapa faktor :

  1. Internal ( faktor yang ada pada dalam individu ) faktor yg ada di individu diliat dari prilaku dan kepribadian.
  2. Eksternal ( Bisa dilihat dr fisik, lingkungan, sosial, pressure, dan juga regulasi organisasi ( aturan main/SOP )
Chris argyris dya menyatakan bahwa dya memiliki teori predisposisi :

1. Sifat Kekanak - kanakkan
Sifat kekanak - kanakkan menurut teori ini adalah suatu kebiasaan yang dilakukan tanpa pertanggung jawabban.
Cirinya : Bersifat tergantung kepada orang lain, Keahliannya terbatas, Kecil keinginananya untuk mengembangkan kemampuasnnya, memilkki perspektif waktu yang singkat

2. Sifat Dewasa ( Adult )
Sifat Dewasa menurut teori ini adalah suatu kebiasaan yang dilakukan dengan pertaggung jawabban.
Cirinya : relatif mandiri,, Memilikki sejumlah keahlian, Fokus dan spesifik, Memilikki prespektif waktu yang panjang.


Kepuasan kerja bisa di ukur tp tidak normatif misalnya makanan enak sm atau tidak dengan makanan anda saat tidak lapar, klo makanan enakkan pasti abis ( menurut bapaknya nnggghahahhaaa)

Hubungan antara kepuasan kerja dan penampilan.
  • Setiap orang yang sudah puas akan hasil kerjanya maka dya termotivasi untuk berpenampilan menarik.
Pendapat menurut bernard ketika seorang ingin bertahan dalam suatu organisasi maka organisasi harus mampu mencapai tahap produktifitas ( Efiektif dan efisien )

Motivasi ->  prestasi kerja -> Intensif -> Kepuasan -> Ketidakpuasan

Unsur dan tipe motivasi itu harus ada tujuannya :
Kekuatan dari dalam individu ( maksudnya daya untuk mengembangkan energi fisik, otak, mental, dan spiritual )





Faktor- faktor yang menetukan perilaku manusia :
Motivasi, Kesejahteraan, Kepuasan


Teori Patton (1961)
Bahwa motivasi adalah fenomena yang kompleks, punya rasa dll tapi berbeda dan butuh dikelola dilihat dari individu, situasi.
-          Tanggung jawab pekerjaan dan perbaikan kinerja.
-          Posisi  ( Karir, Pangkat  )
-          Kepemimpinan
-          Ada ketakuttan ( Kontrak kerja ingin habis, Yang sudah bekerja takut dipecat )
-          Uang
3 Faktor yang mempengaruhi motivasi :
  1. Gaya kepemimpinan
  2. Sikap individu
  3. Situasi Kerja contohnya : Jarak tempuh , Fasilitas kerja

Teori motivasi menurut Mc Clelland :
  1. Teori motivasi berprestasi : Yg membedakan karakter orang yang berprestasi  yaitu berani mengabil resiko
  2. Menghendaki umpan balik
  3. Keberhasilan diperhitungkan secara teliti
  4. Mengintergalkan dengan tugas  ( Menyatu, menjiwai  )

Teori Pengharapan  ada beberapa variable yg mempengaruhi motivasi kerja Porter dan Miles :
  1. Diliat dari sifat – sifat individu bekerja
  2. Sifat – sifat pekerjaan ruang lingkupnya tanggung jawab, kepuasan kinerja, tantangan dalam bekerja
  3. Lingkungan kerja dan situasi kerja karyawan


Teori tradisional motivasi yg dimunculkan pada seseorang karena rasa takut, ancaman imbalan
Teori modern Motivasi timbul karena adanya tanggung jawab yang diberikan.

Kenapa bekerja :  Untuk kebutuhan hidup, Adanya motivasi untuk mengerjakan sesuatu

Tingkah laku motivasi dan insentif


Unsur dan tipe motivasi
Unsur motivasi
  1. Tujuan
  2. Kekuatan dari dalam individu (daya untuk mengembangkan energy fisik, otak, mental, dan spiritual).
  3. Keuntungan (satu nilai lebih yang diharapkan)

Tipe motivasi
  1. Motivasi positif
Sesuatu hal yang bersifat biasa atau sesuai dengan aturan main, (reward).
  1. Motivasi negative
Motivasi yang membuat ke arah negative, misal: nanti aja lah berangkatnya pelan-pelan.
  1. Motivasi intern (dari dalam)
Kesadaran individu itu sendiri
  1. Motivasi ekstern (dari luar)
Lebih bersifat imbalan.


  1. Tanpa kepemimpinan organisasi adalah kumpulan orang yang tidak terstruktur.
  2. Kepemimpinan berkaitan dengan pengikut.(follower)
  3. Kepemimpinan mengandung arti dari motivasi.

Tipe-tipe manusia dilihat dari intelegent’a
  1. Logika (kemampuan mengingat, menalar, mengevaluasi, menghitung, merespon informasi)
  2. Spasial          = dapat mencerna informasi visual., mempunyai kemampuan imperial/ desain,.
Emosional   = ramah, pemarah, ada kesadaran tentang perasaan dirinya sendiri, sensitive, empati.
  1. Musical         =lirik lagu
Intuitif          = mempunyai sensitifitas perasaan, rasa spekulasi terhadap masa depan (berani ambil resiko), memiliki imajinasi yang bagus
  1. Praktikal      = memiliki kemampuan mengeja yang rendah, memiliki kemampuan pengucapan yang rendah, memiliki kemampuan keterampilan tangan.
  2. Fisikal           = memiliki kepedulian terhadap kebugaran,menyenangi aktifitas fisik (ekstrim dan non ekstrim)
  3. Intrapersonal= punya percaya diri yang tinggi, kecenderungan menggunakan kekuatan/ kemampuan individu. Tidak memiliki kemampuan menggerakkan orang lain. Memiliki otonomi yang tinggi dalam bekerja. Cenderung pendiam.
  4. Interpersonal= memiliki kemampuan bekerja melalui orang lain (mudah berinteraksi), mengedepankan sikap kolegialitas, mampu menerima realitas orang lain, cenderung mengandalkan kekuatan bersama, memiliki rasa kepercayaan yang tinggi terhadap orang lain. Cenderung memberikan respon positif / negative ketika melihat peristiwa.


Kesimpulannya :
  1. Managerial ( struktur, kinerja )
  2. Motivasi kerja ( internal, eksternal

Upaya yang dilakukan untuk memotivasi karyawan :
.  Rasa hormat (Keadilan)
. Informasi
. Prilaku ( SOP/Aturan kerja )
. Hukuman
. Perintah ( Informasi yang tuntas )
. Prasaan ( Mencoba bertatap muka secara langsung antara karyawan sama si bos )

Insentif ini terbagi dalam 3 teori :
  1. Insentif ekonomi ( Atau barang yang dinilai dengan uang )
  2.  Insentif non ekonomi ( Penghargaan, Promosi, Ada rasa aman )
  3. Semi matrial ( Orang yang pensiun, bentuknya ada kenang – kenangan )

Murdrick & Cross
Buku : Information
Hubungan tingkah laku dan motivasi
  1. Karena adanyta diferensasi ( perbedaan )
  2.  Kebutuhan


Ketidakpuasan
Peristiwa yang dirasakan setiap orang ( pekerja )
Tindakan ketidakpuasan :
  1. Adanya displacement adalah reaksi pekerja bisa karyawan bisa buruh suka – suka lo terhadap teguran atau hukuman dari atasan ( Ekspresi )
  2. Proyeksi : Kegagalan individu dalam 1 atau beberapa hal dianggap sebagai kesalahan lembaga atau orang lain
  3. Rasionalisasi yaitu pekerja membela prilaku yang salah dengan menggunakan alasan dusta.
  4. Komposisi               = rasa kecewa terhadap pekerjaan sehingga karyawan mengalihkan minat dan energinya kepada kegiatan kegiatan lain.
  5. Pasifitas dan apatis=  kecenderuangan ‘ masa bodoh’ . aturan main terlalu ketat sehingga membuat orang tidak termotivasi untuk ‘baik’. Ketidakrasionalan pekerja(seseorang) karena kehilangan kesempatan bertindak bebas jadinya acuh.

MORAL
Adalah kesepakatan batinniah yang muncul dalam diri seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu sesuai baku mutu yang ditetapkan.
Dimensi moral:
  1. Moral kerja tinggi =semangat kerja tinggi.
  2. Moral kerja rendah= semangat kerja rendah. (tidak senang)


Cara mengukur moral kerja:
  1. Observasi/ pengamatan
  2. Wawancara
  3. Melalui angket
  4. Alat ukur umum (situasi umum/ lingkungan) contoh: hasil kerja 1 hari 8 jam misal jam kerja jam 8-16 di jam 2/3 sudah mulai resah.

Senin, 27 Juni 2011

Cobalah Untuk Merenung

Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran. Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

source : http://iphincow.wordpress.com/2011/03/01/cobalah-untuk-merenung/

Selasa, 14 Juni 2011

Zhang Da, Kisah Seorang Anak Teladan dari Negeri China

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwZ1J8agJuVuV3A-d__aN6YpMOmCr27ekrhodGlZPjhBznXJgzPstue1r-ZdX8nk5SBx8q3rXkjz5s_WVN86qJ1-l4bRZWBfs1AM40uYbHIrmkGsHbAXm7XqhTdSRYoXtBcOxqKlxCDKM/s1600/chinese+boy.jpg

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.


Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?

Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu."

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,
"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.


Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.

Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.

Kamis, 09 Juni 2011

Kisah Pengusaha Sukses Pendiri Apple Steve Jobs

Cerita sukses tak selalu bermula dari ide besar. Banyak sukses yang justru lahir dari gagasan sepele. Ada juga yang menangguk untung besar lantaran kelihaiannya mengadopsi dan meniru temuan orang lain. Tetapi tak sedikit juga yang meraih sukses karena keberaniannya menanggung risiko dan kreativitasnya dalam melakukan inovasi terhadap sesuatu yang sudah ada.


Dalam bukunya, Emily Ross & Angus Holland mengisahkan hal ini cukup menarik. Ia juga memilah-milah kisah sukses atas dasar sejarah dan kecenderungannya, sehingga mempermudah pembaca untuk memahami. Sebagai contoh adalah kisah-kisah sukses yang diraih karena kekuatan adaptasi modelnya. Ross & Holland menyebutkan Starbucks yang berevolusi dari hanya sebuah toko penjual biji kopi, dan Coca Cola yang berjaya setelah dikemas dalam botol.

Keberanian mengambil risiko oleh para kreator dan inovator juga menjadi kisah tersendiri. Keberhasilan Apple menjadi salah satu contoh besarnya. Sang penemu, Steve Wozniak, sempat ditolak ketika mengajukannya ke Hewlett-Packard (HP). Ia kemudian menyodorkannya kepada Steve Jobs yang kemudian menjadi mitranya. Dengan modal uang dari hasil menjual mobil VW milik Wozniak dan kalkulator HP milik Jobs, mereka membiayai desain pertama Apple saat Jobs berusia 21 tahun dan Wozniak lima tahun lebih tua. Siapa sangka kalau kini Apple menjelma menjadi sebuah usaha besar di dunia.

Sementara itu banyak juga sukses besar yang bermula dari gagasan sepele. Liquid Paper adalah salah satu contohnya. Produk ini bermula dari kebingungan sang penemunya, Bette Graham. Saat itu, seorang ibu yang bekerja sebagai sekretaris ini kerap stres lantaran pekerjaannya dalam mengetik. Bayangkan, bagaimana pusingnya dia ketika harus membuat hasil ketikannya rapi dan bersih, sementara ketikannya kerap salah.
Suatu ketika tanpa sengaja dia melihat seorang tukang cat tengah mengecat. Tukang cat itu ternyata tak sengaja menodai hasil kerjanya. Untuk membersihkannya, pengecat itu kemudian menimpa noda itu dengan cat putih.

Dari situ, Graham terpikir untuk melakukan hal serupa. Dia mencoba menggunakan cat tempera putih berbahan dasar air dan kuas tipis untuk menutup kesalahan ketiknya. Ternyata berhasil. Pada tahun 1957 ketika teman-temannya mengetahui hal ini, Graham mulai mengomersialkan, hingga mampu menjual sekitar 100 botol per bulan. Hebatnya, 15 tahun kemudian, perusahaan yang didirikan berhasil menjual sedikitnya lima juta botol per tahun.

Yang tak kalah menarik adalah sukses besar yang terjadi karena kecerdikannya dalam mengadopsi ide orang lain. Contohnya Dietrich Mateschitz yang mengubah tonik menyehatkan asal Thailand, si kerbau air merah alias Krating Daeng, menjadi manis dan berbuih yang cocok untuk orang-orang Austria. Ia lantas mengemasnya lebih menarik dalam kaleng ramping, dan memberinya merek Red Bull. Dengan klaim sebagai ‘minuman cerdas’ yang mampu meningkatkan kinerja seseorang, Red Bull menangguk sukses besar. Pada tahun 2006, penjualannya mencapai 3,5 miliar dolar AS, dan kini diperkirakan jauh melebihi angka itu.

Sukses juga bisa terjadi pada seseorang yang memiliki kemampuan berinovasi dan melakukan eksekusi lebih baik terhadap ide yang sudah ada. Michael Dell adalah salah satu contohnya. Ia berhasil menembus industri yang memuja inovasi tanpa membuat inovasi dengan tangannya sendiri. Dia mulai membangun komputer rakitan di kamar kosnya dan menjualnya dengan harga relatif murah melalui pos. Kini, siapa tak kenal komputer Dell?

Langkah sama terjadi pada Sergey Brin dan Larry Page. Ia melakukan inovasi yang serupa, sehingga Google-nya kini sukses menyaingi mesin pencari yang lebih dulu ada, seperti Yahoo!, Alta Vista, dan Lycos.
Dalam buku ini juga diungkapkan tentang para penemu yang kurang beruntung. Sebaliknya keuntungan justru dinikmati orang lain. Salah satu contoh adalah Coco Chanel. Ketika parfum pada umumnya dibuat dengan satu jenis bunga, Coco menemukan ramuan parfum yang luar biasa: hasil perpaduan beberapa jenis bunga yang kemudian menghasilkan Chanel No. 5. Tapi sayang, akibat kesulitan modal, Coco haus berkongsi dengan keluarga Pierre Wertheimer, yang mempunyai infrastruktur untuk memproduksi parfum berskala besar. Hasilnya? Keluarga Wertheimer yang justru menikmati kekayaan, bahkan hingga cucunya yang sekarang.

Seratus jurus sukses bisa menjadi inspirasi bagi pembaca, bahwa sukses besar bisa terjadi pada siapa saja dan dengan cara apa saja. Yang penting adalah ketekunan dan keberanian dalam menghadapi risiko.
Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar – selain visinya ke depan – yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.
Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah “John” Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett – presiden Hewlett Packard – untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal – meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. “Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini,” sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan “diusir” dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.

Selasa, 07 Juni 2011

Adakah Tuhan Itu !... ( Sebuah Renungan )

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang
tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawabpertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?

Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kiyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata’ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.

Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata’ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.

Catatan Terakhir

Aku tahu ketika aku menuliskan ini, engkau tengah menikmati hari bahagiamu. Dan aku juga tahu salah satu orang yang tak pernah engkau harapkan datang hadir di hari bahagiamu itu adalah aku,”
Terima kasih engkau”, terima kasih telah lupa dengan diriku, pura-pura melupakanku bahwa di semesta pikiranmu pernah ada aku, sekarang aku cuma bisa berkata kepadamu” semoga engkau bahagia dengan semua itu.
Aku yang terlupankan.
engkau, lama tak ada tulisan tentangmu.
Tak seperti dulu
dulu, hampir setiap waktu, selalu ada kata untukmu.
Apa kabarmu sekarang?…

Ah basi ya? Biarlah, aku hanya ingin mengulang kembali kebiasaan lamaku, sekedar megalirkan metafor basa-basi menyapamu, seperti orang ketemu, bertanya kabar meskipun tak mau tahu dengan kabar yang ditanyakan itu,…ah basa-basi bagiku.
Tapi, kali ini agak lain basa-basiku tidak hanya itu.
Coba dengarkanlah aku.

Tuhan, apakah sinyalmu tidak cukup kuat menerima SMS yang telah aku kirimkan Kepadamu?

Ataukah, mungkin jaringanmu sedang sibuk megurus pesan-pesan lain yang lebih penting dari pesanku itu?

Tuhan apakah karena hanya aku memakai kartu perdana murahan, dan handphone monophonik sehinggga SMSku tak sampai Kepadamu?.

Ataukah nomor pusat servis pesanku keliru sehingga salah sambung pesanku entah kemana?.

Tuhan, katanya servisMu 24 jam online tanpa henti, tapi mengapa SMSku tak juga Engkau Balas?.

Padahal aku juga sudah kirimkan SMSku di saat diskon specialmu, yakni di sepertiga malam-Mu karena aku yakin tak banyak orang yang menghubungi atau berkirim pesan kepada-Mu. Tapi mengapa sampai detik ini menunggu tak juga Engkau balas SMSku, padahal aku menunggu Tuhan.

Tuhan,apakah aku salah kirim ke nomor yang lain?

Tapi kurasa benar,sebab di ktab keabadian warisan nabi-Mu sudah kubaca benar itu nomor-Mu,Tuhan.

Tapi mengapa engkau tak segera membalas SMSku Tuhan,padahal aku menunggu.
Kalau aku harus menelepon,sayang aku tak punya cukup pulsa untuk itu. Dan seandainyapun ada aku kuatir Engkau tak mau terima teleponku, karena Engkau tahu aku banyak salah dan kilaf kepada-Mu.

Sekali-kali SMS aku dong Tuhan. Aku akan sangat senang jika ada pesan khusus dari-MU. Aku akan melonjak-lonjak girang dan tanpa lama ku balas ‘ Terima kasih Tuhan’ kontan.

Namun mengapa Tuhan tak kunjung kau balas pesanku?

Padahal aku cuma ingin tahu Tuhan,apakah benar kabar yang akau dengar itu, apakah benar ini hari kebahagianya (untuk seseorang di jauh sana), namun mengapa tak ada pemberitahuan dan undangan darinya.dan apakah benar orang yang tak pernah di harapakan datang adalah ‘Aku”. Kalau memang iya Tuhan tolong sampaikan kataku ”Semoga dia bahagia”.

Ya sekedar basa-basi tapi punya arti bagiku

Karena memang Tuhan tak butuh dengan kata-kataku itu.

Namun engkau waktu?
Adakah Deja vu itu?

Engkau jangan terus maju waktu,kembalikan aku ke masa lalu, yang indah itu.

Aku masih punya mimpi, aku masih punya cinta yang sanggup mengetarkan seluruh urat syarafku, memeras gelora air mataku. Kenangan itu….

Ya sebuah kenangan yang kelak akan aku buka kembali pada episode masa depanku, yang jauh itu, bersama kata yang tak pernah sanggup menggenggam bahasa jiwaku, tentang aku dan kamu.

Dan sekarang…, ya sekarang aku hidup di ini waktu.

Menggores pena bersama berjalannya sang waktu.

Dan dirimu…

Kalau aku punya hari yang indah teryata dirimu punya yang lebih dariku..
tapi kenapa dirimu tak beritahu aku..

Hhhmmm….aku tahu, dirimu sengaja tak mengabariku karena engkau kuatir aku iri denganmu, iri dengan hari bahagiamu, iri dengan hari indahmu he..he.. tapi sory ya, engkau keliru kalau berpikir begitu.

Ya daripada salah dan membuat muka merah,..ah…yang pasti engkau sengaja melupakanku,supaya ada tulisan ini untukmu. Terima kasih engkau, telah membangunkan imajinasiku. Tapi maaf ini bukan surat cinta yang sering orang tuliskan itu. Dan aku yakin engkau juga punya kata itu.

Malam !….
aku ingin bertanya kepadamu…
jangan hanya kelam dan hitam kepadaku, diam membisu dalam keheninganmu.
Adakah cinta itu abadi?
Adakah persahabatan itu sejati?
Adakah sebuah hukum alam yang mampu mengubah cinta menjadi benci?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang selalu tidak aku mengerti malam!.
Ok lah!…kalau engkau juga tak tahu,aku juga tak akan memaksamu untuk menjawab itu.
Aku cuma ingin engkau setia menemaniku, membiarkan aku termenung dengan khayalan kehiduypanku.di bawah kerlip bintang-bintang di langit sayapmu.dan jangan pergi meninggalkank, hingga datang mentari kan menjagaiku…

oh malam….kenapa tiba-tiba aku bisa melihat diriku…. sedang apakah aku diriku… kenapa ada pelaminan di situ… ya Tuhan benarkah yang aku lihat itu?…

mimpikah aku?…

sadarkah diriku?….

sungguhkah dengan yang aku saksikan itu?…

akukah yang palsu atau dia yang semu?….

tapi mengapa dengan denagn kepura-puraanmu tak melihat diriku dan menyambut kedatanganku dengan senyummu yang indah itu,”karenakah orang itu, yang sekarang duduk mesra disampingmu itu?”…….,

lihatlah malam,….. aku disini,saksikan aku,karena hanya engkau yang tahu dan peduli denganku,
Air mata ini adalah air mata kebahagianku, bahagia karena melihat dirimu bahagia, bahagia karena sekarang engkau telah menemukan separuh yang hilang dari dirimu,yang terbaik dalam kehidupanmu”.
Katakan padanya malam,
”Aku juga turut berbahagia,dan cuma bisa berkata,semoga engkau juga bahagia, baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a baina kuma fi khair”.
Padahal malam,kata-kata itu aku ingin ucapkan sendiri di depannya sambil menjabat tangan orang yang ada di dekatnya.karena aku tak mampu malam,tolong bilangkan itu padanya….

bahagia?….

apakah arti bahagia itu?….

adakah bahagia itu adalah air mata?….

ataukah mungkin pepatah ini arti bahagia?…
Kebahagian adalah menemukan seseorang untuk kau peluk saat kau menangis,berbagi perih bersamanya, dan kesedihan adalahsaat kau tertawa sendirian”.
Tapi aku perih malam……

perih kesediahan….

perih karena dalam kenyataannya tidak bisa melihat dia bahagia…

perih karena aku tak pernah ia harap untuk hadir ikut merasakan dia bahagia.
Kenapa dia begitu?…

adakah itu di sengaja?..

tapi dia baik…. tak pantas ku menyalahkannya.
Tapi siapakah?…

takdirkah?…

ngak… takdir gak salah.
Namun….
Hidup yang tak pernah dipertanyakan adalah hidup yang tak pernah layak diteruskan.
Itulah guruku Socrates yang pernah bilang….
dan me…..
Love or just hate mebut pare me with your indefference,cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan kau acuhkan diriku.
Toh…
Tak semua yang dapat di hitung, diperhitungkan, dan tak semua yang dapat diperhitungkan dapat di hitung.
ah… apa lagi ini…

Namun begitulah cerita hidup dan cintaku.

Manusia Diantara Dua Tangisan

Detik waktu bersama kelahiran seorang bayi dihiasi tangisan .

Nyaring berkumandang menghiasi telinga si IBU.

Merakah tersenyum hatinya gembira penawar sakit dan lesu serta berjuang dengan Maut.

Lalu mulailah sebuah kehidupan yang baru didunia dengan sebuat resiko pahit dan kejamnya kehidupan ini, bercucurkan darah dan tetes air mata.Air mata adakalanya penyubur hati, penawar duka.

Adakalanya buih Kekecewaan yang menhimpit perasaan dan kehidupan ini. Air mata seorang manusia hanyalah umpama air kotor diperlimpahan.

Namun setetes air mata kerana takut kepada ALLAH persis permata indahnya gemerlapan terpancar dari segala arah dan penjuru.

Penghuni Syurga ialah mereka yang banyak mencucurkan air mata Demi ALLAH  dan Rasulnya bukan semata karena harta dan kedudukan.

Pencinta dunia menangis kerana dunia yang hilang.

Perindu akhirat menangis kerana dunia yang datang.

Alangkah sempitnya kuburku, keluh seorang batil, Alangkah sedikitnya hartaku, kesal si hartawan (pemuja dunia).Dari mata yang mengitai setiap kemewahan yang mulus penuh rakus, mengalirlah air kecewa kegagalan.

Dari mata yang redup merenung Hari Akhirat yang dirasakan dekat, mengalirkan air mata insaf mengharap kemenangan, serta rindu akan RasulNya.“Penghuni Syurga itulah orang-orang yang menang.” (al- Hasr: 20)Tangis adalah basahan hidup,justeru:Hidup dimulakan dengan tangis, Dicela oleh tangis dan diakhiri dengan tangis.Manusia sentiasa dalam dua tangisan.  

Sabda Rasulullah s.a.w. “Ada dua titisan yang ALLAH cintai, pertama titisan darah para Syuhada dan titisan air mata yang jatuh kerana takutkan ALLAH.”
Nabi Muhammad bersabda lagi : “Tangisan seorang pendosa lebih ALLAH cintai daripada tasbih para wali.” Oleh karena itu berhati-hatilah dalam tangisan, kerana ada tangisan yang akan mengakibatkan diri menangis lebih lama dan ada tangisan yang membawa bahagia untuk selama-lamanya. Seorang pendosa yang menangis kerana dosa adalah lebih baik daripada Abid yang berangan-angan tentang Syurga mana kelak ia akan bertakhta.

Nabi bersabda : “Kejahatan yang diiringi oleh rasa sedih, lebih ALLAH sukai dari satu kebaikan yang menimbulkan rasa takbur.”
Ketawa yang berlebihan tanda lalai dan kejahilan. Ketawa seorang ulamak dunia hilang ilmu, hilang wibawanya. Ketawa seorang jahil, semakin keras hati dan perasaannya.

Nabi Muhammad bersabda : “Jika kamu tahu apa yang aku tahu nescaya kamu banyak menangis dan sedikit ketawa.”
Seorang Hukama pernah bersyair : “Aku heran dan terperanjat,melihat orang ketawa kerana perkara-perkara yang akan menyusahkan,lebih banyak daripada perkara yang menyenangkan.”
Salafussoleh menangis walaupun banyak beramal,takut-takut tidak Diterima ibadatnya, kita ketawa walaupun sedar diri kosong daripada amalan.

Lupakah kitaNabi pernah bersabda : “Siapa yang berbuat dosa dalam ketawa, akan dicampakkan ke neraka dalam keadaan menangis.”
Kita gembira jika apa yang kita idamkan tercapai. Kita menangis kalau Yang kita cita-citakan terabai. Nikmat disambut ria, kedukaan menjemput duka.

Namun,Allah s.a.w. telah berfirman : ” Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,pada hal ianya amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (AL BAQARAH : 216)
Bukankah Nabi pernah bersabda: “Neraka dipagari nikmat, syurga dipagari bala.”
Menangislah wahai diri, agar senyumanmu banyak di kemudian hari. Kerana engkau belum tahu, nasibmu dihizab kanan atau hizab kiri.

Di sana, lembaran sejarahmu dibuka satu persatu, menyemarakkan rasa malu berabad-abad lamanya bergantung kepada syafaat Rasulullah yang dikasihi Tuhan.

Kenangilah, sungai-sungai yang mengalir itu banjiran air mata Nabi Adam yang menangis bertaubat, maka suburlah dan sejahteralah bumi kerana terangkatnya taubat.

Menangislah seperti Saidina Umar yang selalu memukul dirinya dengan berkata:“Kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orangitu.”
Menangislah sebagaimana Ummu Sulaim apabila ditanya : “Kenapa engkau menangis?” “Aku tidak mempunyai anak lagi untuk saya kirimkan ke medan Perang,” jawabnya.

Menangislah sebagaimana Ghazwan yang tidak sengaja terpandang wanita rupawan. Diharamkan matanya dari memandang ke langit seumur hidup,lalu berkata : “Sesungguhnya engkau mencari kesusahan dengan pandangan itu.

Ibnu Masud r.a.berkata : “Seorang yang mengerti al Quran dikenali waktu malam ketika orang lain tidur,dan waktu siangnya ketika orang lain tidak berpuasa, sedihnya ketika orang lain sedang gembira dan tangisnya di waktu orang lain tertawa. Diamnya di waktu orang lain berbicara, khusuknya di waktu orang lain berbangga, seharusnya orang yang mengerti al Quran itu tenang,lunak dan tidak boleh menjadi seorang yang keras, kejam, lalai, bersuara keras dan marah.

Tanyailah orang-orang soleh mengapa dia tidak berhibur : “Bagaimana hendak bergembira sedangkan mati itu di belakang kami,kubur di hadapan kami,kiamat itu janjian kami, neraka itu memburu kami dan perhentian kami ialah ALLAH.”Menangislah di sini, sebelum menangis di sana!!!………….
Wallahu a’lam…